Selasa, 01 November 2016

ANATOMI RONGGA MULUT

Nama : Novarina Haryanti
NIM : 1611111320036

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji hanya bagi-Nya. Semoga sholawat beserta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya, juga kepada para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.

Puji  syukur Alhamdulilah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga penulisan artikel dalam bentuk makalah dengan judul “ANATOMI RONGGA MULUT” sebagai tugas praktikum pembuatan blog dapat terselesaikan dengan tepat waktu dan baik.

Dalam penulisan makalah ini penulis banyak menerima bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, saya tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnnya kepada pihak-pihak yang telah membimbing penulis dalam hal penyelesaian tugas ini.                                       

Penulis berharap artikel ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi dan masyarakat pada umumnya. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan untuk penyempurnaan artikel ini.





Banjarmasin, 1 Nopember 2016
                                                                                               

Penulis


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia dengan segala kelengkapan anggota badan beserta fungsinya. Rongga mulut adalah salah satu bagian tubuh yang memiliki segudang manfaat bagi manusia seperti sebagai jalan masuknya makanan dan minuman ke dalam tubuh manusia. Di dalam mulut banyak terdapat bagian-bagian yang perlu untuk diketahui nama dan juga fungsinya.

Rongga mulut adalah pintu masuknya makanan ke dalam tubuh dan sebagai pintu gerbang ke saluran pencernaan dan pernafasan. Rongga mulut terbagi atas dua bagian yaitu oral dan oro-faring. Yang termasuk daerah oral adalah bibir, lidah, palatum keras, mukosa bukal, gingiva, dasar mulut, maksila, mandibula dan kelenjar air liur, sedangkan yang termasuk dalam bagian oro-faring adalah palatum lunak, pangkal lidah, tonsil dan dinding faring.

Pengetahuan detail mengenai anatomi rongga mulut sangat penting untuk diketahui bahkan dipelajari oleh para masyarakat umum khususnya mahasiswa Kedokteran dan Kedokteran Gigi. Lulusan Kedokteran Gigi memiliki keuntungan dalam mempelajari hal ini.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan rongga mulut?

1.2.2 Pengertian mulut.


1.2.3 Menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian dari rongga mulut .

1.3  TUJUAN
1.3.1  Tujuan Umum
Untuk menyelesaikan tugas praktikum pembuatan blog yang berisi materi tentang Anatomi Rongga Mulut.

1.3.2  Tujuan Khusus
Untuk penganalisaan Anatomi Rongga Mulut disertai gambar dan penjelasannya.

1.4  MANFAAT
Sebagai penambah informasi mengenai bagian-bagian atau apa-apa saja yang terdapat dalam rongga mulut dengan metode penjelasan yang disertai dengan gambar untuk memudahkan pemahaman.

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 ANATOMI RONGGA MULUT
Rongga mulut adalah pintu masuknya makanan ke dalam tubuh dan sebagai pintu gerbang ke saluran pencernaan dan pernafasan. Rongga mulut secara anatomis terbagi menjadi dua bagian. Vestibulum adalah ruang antara bibir atau pipi dan gigi atau gusi. Mulut  adalah ruangan di bagian dalam lengkung gigi, memiliki batas superior palatum dan batas inferior lidah dan dasar mulut.  Pada bagian posterior, rongga mulut berhubungan dengan daerah orofaring.

2.1.1 BIBIR DAN LIPATAN LABIAL
Bibir atas dan bawah bertemu pada angulus oris. Rima oris (pembukaan mulut) membuka ke dalam cavitas oris. Perubahan bibir pada pemeriksaan visual dapat menjadi petunjuk diagnostik yang penting.


2.1.2 GINGIVA (GUSI)
Sebagai lapisan jaringan lunak yang menutup dan mengelilingi gigi. Terdiri dari jaringan gusi cekat tebal yang mengalami keretinisasi, dan meliputi ruangan di antara gigi yang disebut papilla interdental. Gusi cekat meluas kea rah vestibulum dan berubah menjadi jaringan mukosa non keratinisasi yang  longgar di alveolar pada mucogingival junction, tampak seperti garis merah yang lebih gelap. Gusi mudah terluka.



2.1.3 GIGI
Terdiri dari mahkota, leher, dan akar gigi. Tiap gigi memiliki suplai saraf, suplai arteri serta drainase vena tersendiri, dan kesemuanya lalu membentuk pupla gigi yang terletak di dalam saluran akar dan rongga pulpa sentral. Pulpa dikelilingi oleh dentin organik yang strukturnya berporus dan tubuler. Mahkota gigi memiliki lapisan luar berupa email dengan ketebalan 2 mm. Email merupakan lapisan anorganik amat keras yang berguna pada saat menggigit atau mengunyah makanan. Akar gigi memiliki lapisan tipis berupa sementum dan tertanam pada jaringan pendukung tulang alveolar oleh ligamen periodontal. Ligamen periodontal memiliki suplaid darah tersendiri dan berfungsi mempertahankan posisi tiap gigi saat rahang menggigit atau diperkusi.  

Ada tiga tipe gigi dasar, yang berbentuk gigi seri (incisivus), yang berbentk taring (caninus), dan yang berbentuk gigi geraham (premolar dan molar). Masing-masing bekerja untuk memotong, merobek, dan menggiling.


Gigi Sulung (Gigi Susu)
Normalnya anak-anak mempunyai 20 gigi susu, erupsi gigi susu pertama pada bulan ke-6-8 dan erupsi terakhir pada bulan ke-20-24.
Gigi Permanen (Gigi Tetap)
Normalnya manusia dewasa mempunyai 32 gigi tetap. Gigi molar pertama erupsi pada usia 6 tahun, molar ketiga mengalami erupsi yang terakhir pada usia 17-21 tahun.

2.1.4 PALATUM
                    Membentuk atap mulut dan dasar hidung.

Palatum Keras Anterior
         Bagian dua pertiga anterior palatum yang terdiri dari jaringan tulang, terbentuk dari prosesus palatine maksilaris dan prosesus horizontal tulang palatine. Nervus nasopalatina dan arteri sfenopalatina keluar kea rah anterior melalui kanal insisif, nervus dan pembuluh darah palatine mayor keluar ke arah posterior melalui faramen palatine mayor sebelum masuk ke arah anterior melalui mukosa palatal. Pembuluh darah dan nervus palatina yang lebih kecil juga keluar dari foramen palatina, tapi keluar ke arah posterior menuju palatum lunak.

           Palatum Lunak Posterior
                    Bagian sepertiga posterior palatum yang terdiri dari jaringan fibromuskuler,  meluas ke arah postero-inferior dari tepi palatum keras untuk membentuk uvula. Uvula melindungi makanan agar tidak masuk ke hidung pada saat menelan. Dibagian lateral, terdapat dua lengkung mukosa yang merupakan lanjutan dari palatum lunak, keduanya membentuk fossa tonsilar-lekung palatoglosal di anterior dan lengkung palatofaringeal di posterior. Tonsil palatina berada di antara kedua fossa tersebut.


2.1.5 LIDAH
         Organ otot yang terlibat dalam proses mastikasi, pengecapan, penelanan, percakapan, dan pembersihan mulut. Terdiri dari otot yang diselimuti oleh membrane mukosa. Lidah memiliki permukaan dorsal dan ventral. Dorsal terasa lebih kasar disebabkan adanya papilla lingual.

2.1.6 DASAR MULUT
         Pada garis tengah dasar mulut terdapat frenum lingual fibrosa dengan dua pembukaan duktus submandibular (Wharton) pada dasarnya sublingual caruncle.  Kelenjar sublingual terletak diantara mukosa dan membentuk tepi sublingual. Duktus Rinivus multiple mengalirkan saliva yang dihasilkan kelenjar sublingual ke dasar mulut di sepanjang tepi sublingual. Duktus sublingual tunggal, duktus bartholin, juga mendrainase secara bilateral pada sublingual caruncle. Drainase vena lingual lidah dapat dilihat dengan jelas dan saraf lingual tampak ke arah mesial dari kelenjar sublingual.

2.1.7 Trigonum Retromolar
                    Daerah triangular pada mukosa di belakang geraham bawah terakhir, dan berlanjut ke arah tuberositas maksilaris. Raphe pterigomanndibular, di bagian mesial dari trigonum, menghubungkan prosesus pterigoid dengan tepi milohioid mandibula, dan menjadi tempat perlekatan otot buksinator mulut dan otot konstriktor superior orofaring. Trigonum retromolar dapat dilihat sebagai pertemuan antara rongga mulut dan rongga parafaringeal.


BAB 3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Rongga mulut adalah pintu masuknya makanan ke dalam tubuh dan sebagai pintu gerbang ke saluran pencernaan dan pernafasan. Rongga mulut secara anatomis terbagi menjadi dua bagian. Vestibulum adalah ruang antara bibir atau pipi dan gigi atau gusi. Mulut  adalah ruangan di bagian dalam lengkung gigi, memiliki batas superior palatum dan batas inferior lidah dan dasar mulut.  Pada bagian posterior, rongga mulut berhubungan dengan daerah orofaring. 


3.2 SARAN

Semoga artikel tentang Anatomi Rongga Mulut ini dapat menambah informasi dan meningkatkan ilmu para pembaca. Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang artikel di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak.

      Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah atau artikel yang telah di jelaskan.

3.3 DAFTAR PUSTAKA
Cascarini, Luke, dkk. 2012. Buku Saku Bedah Mulut dan Maksilofasial. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Oral Cavity Squamous Cell Carcinoma – An Overview; Adam J. Kimple, Chris M. Welch, Jose P. Zevallos, Samip N. Patel OHDM - Vol. 13 - No. 3 - September, 2014

Schuenke, Michael, dkk. 2013.Anatomi untuk Kedokteran Gigi Kepala dan Leher. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Wangidjaja, Itjingningsih. 2014. Anantomi Gigi Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.


1 komentar:

  1. Casino Nightclub | Wilkes-Barre, PA - The MJ Hub
    Casino 과천 출장안마 Nightclub Wilkes-Barre, PA is your premier venue in 천안 출장마사지 the heart of Wilkes Barre. A 강릉 출장마사지 premier destination music venue featuring great 오산 출장마사지 food and 정읍 출장샵 entertainment.

    BalasHapus