NIM : 1611111320036
KATA PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji hanya
bagi-Nya. Semoga sholawat beserta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan
kita, Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya, juga kepada para
pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Puji syukur Alhamdulilah penulis panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat, hidayah, dan inayah-Nya,
sehingga penulisan artikel dalam bentuk makalah dengan judul “ANATOMI RONGGA MULUT” sebagai tugas
praktikum pembuatan blog dapat terselesaikan dengan tepat waktu dan baik.
Dalam
penulisan makalah ini penulis banyak menerima bantuan, bimbingan, dan dorongan
dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, saya tidak lupa mengucapkan terima kasih
yang sedalam-dalamnnya kepada pihak-pihak yang telah membimbing penulis dalam
hal penyelesaian tugas ini.
Penulis
berharap artikel ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa Fakultas
Kedokteran Gigi dan masyarakat pada umumnya. Penulis menyadari bahwa dalam
penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, karena itu, kritik dan saran
yang membangun sangat diperlukan untuk penyempurnaan artikel ini.
Banjarmasin,
1 Nopember 2016
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Tuhan
Yang Maha Esa menciptakan manusia dengan segala kelengkapan anggota badan beserta
fungsinya. Rongga mulut adalah salah satu bagian tubuh yang memiliki segudang
manfaat bagi manusia seperti sebagai jalan masuknya makanan dan minuman ke
dalam tubuh manusia. Di dalam mulut banyak terdapat bagian-bagian yang perlu
untuk diketahui nama dan juga fungsinya.
Rongga
mulut adalah pintu masuknya makanan ke dalam tubuh dan sebagai pintu gerbang ke
saluran pencernaan dan pernafasan. Rongga mulut terbagi atas dua bagian yaitu
oral dan oro-faring. Yang termasuk daerah oral adalah bibir, lidah, palatum
keras, mukosa bukal, gingiva, dasar mulut, maksila, mandibula dan kelenjar air
liur, sedangkan yang termasuk dalam bagian oro-faring adalah palatum lunak,
pangkal lidah, tonsil dan dinding faring.
Pengetahuan
detail mengenai anatomi rongga mulut sangat penting untuk diketahui bahkan
dipelajari oleh para masyarakat umum khususnya mahasiswa Kedokteran dan
Kedokteran Gigi. Lulusan Kedokteran Gigi memiliki keuntungan dalam mempelajari
hal ini.
1.2
Rumusan Masalah
1.2.1
Apa yang dimaksud dengan rongga mulut?
1.2.2
Pengertian mulut.
1.2.3
Menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian dari rongga mulut .
1.3 TUJUAN
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk
menyelesaikan tugas praktikum pembuatan blog yang berisi materi tentang Anatomi
Rongga Mulut.
1.3.2 Tujuan Khusus
Untuk
penganalisaan Anatomi Rongga Mulut disertai gambar dan penjelasannya.
1.4 MANFAAT
Sebagai
penambah informasi mengenai bagian-bagian atau apa-apa saja yang terdapat dalam
rongga mulut dengan metode penjelasan yang disertai dengan gambar untuk
memudahkan pemahaman.
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1
ANATOMI RONGGA MULUT
Rongga
mulut adalah pintu masuknya makanan ke dalam tubuh dan sebagai pintu gerbang ke
saluran pencernaan dan pernafasan. Rongga mulut secara anatomis terbagi menjadi
dua bagian. Vestibulum adalah ruang antara bibir atau pipi dan gigi atau gusi.
Mulut adalah ruangan di bagian dalam
lengkung gigi, memiliki batas superior palatum dan batas inferior lidah dan
dasar mulut. Pada bagian posterior,
rongga mulut berhubungan dengan daerah orofaring.
2.1.1 BIBIR DAN LIPATAN
LABIAL
Bibir
atas dan bawah bertemu pada angulus oris. Rima oris (pembukaan mulut) membuka
ke dalam cavitas oris. Perubahan bibir pada pemeriksaan visual dapat menjadi
petunjuk diagnostik yang penting.
2.1.2 GINGIVA (GUSI)
Sebagai
lapisan jaringan lunak yang menutup dan mengelilingi gigi. Terdiri dari
jaringan gusi cekat tebal yang mengalami keretinisasi, dan meliputi ruangan di
antara gigi yang disebut papilla interdental. Gusi cekat meluas kea rah
vestibulum dan berubah menjadi jaringan mukosa non keratinisasi yang longgar di alveolar pada mucogingival
junction, tampak seperti garis merah yang lebih gelap. Gusi mudah terluka.
2.1.3 GIGI
Terdiri
dari mahkota, leher, dan akar gigi. Tiap gigi memiliki suplai saraf, suplai
arteri serta drainase vena tersendiri, dan kesemuanya lalu membentuk pupla gigi
yang terletak di dalam saluran akar dan rongga pulpa sentral. Pulpa dikelilingi
oleh dentin organik yang strukturnya berporus dan tubuler. Mahkota gigi
memiliki lapisan luar berupa email dengan ketebalan 2 mm. Email merupakan
lapisan anorganik amat keras yang berguna pada saat menggigit atau mengunyah
makanan. Akar gigi memiliki lapisan tipis berupa sementum dan tertanam pada
jaringan pendukung tulang alveolar oleh ligamen periodontal. Ligamen
periodontal memiliki suplaid darah tersendiri dan berfungsi mempertahankan
posisi tiap gigi saat rahang menggigit atau diperkusi.
Ada
tiga tipe gigi dasar, yang berbentuk gigi seri (incisivus), yang berbentk
taring (caninus), dan yang berbentuk gigi geraham (premolar dan molar).
Masing-masing bekerja untuk memotong, merobek, dan menggiling.
Gigi Sulung (Gigi Susu)
Normalnya
anak-anak mempunyai 20 gigi susu, erupsi gigi susu pertama pada bulan ke-6-8
dan erupsi terakhir pada bulan ke-20-24.
Gigi Permanen (Gigi
Tetap)
Normalnya
manusia dewasa mempunyai 32 gigi tetap. Gigi molar pertama erupsi pada usia 6
tahun, molar ketiga mengalami erupsi yang terakhir pada usia 17-21 tahun.
2.1.4 PALATUM
Membentuk
atap mulut dan dasar hidung.
Palatum
Keras Anterior
Bagian dua pertiga anterior palatum
yang terdiri dari jaringan tulang, terbentuk dari prosesus palatine maksilaris
dan prosesus horizontal tulang palatine. Nervus nasopalatina dan arteri
sfenopalatina keluar kea rah anterior melalui kanal insisif, nervus dan
pembuluh darah palatine mayor keluar ke arah posterior melalui faramen palatine
mayor sebelum masuk ke arah anterior melalui mukosa palatal. Pembuluh darah dan
nervus palatina yang lebih kecil juga keluar dari foramen palatina, tapi keluar
ke arah posterior menuju palatum lunak.
Palatum Lunak Posterior
Bagian sepertiga posterior
palatum yang terdiri dari jaringan fibromuskuler, meluas ke arah postero-inferior dari tepi
palatum keras untuk membentuk uvula. Uvula melindungi makanan agar tidak masuk
ke hidung pada saat menelan. Dibagian lateral, terdapat dua lengkung mukosa
yang merupakan lanjutan dari palatum lunak, keduanya membentuk fossa
tonsilar-lekung palatoglosal di anterior dan lengkung palatofaringeal di
posterior. Tonsil palatina berada di antara kedua fossa tersebut.
2.1.5 LIDAH
Organ otot yang terlibat dalam proses
mastikasi, pengecapan, penelanan, percakapan, dan pembersihan mulut. Terdiri
dari otot yang diselimuti oleh membrane mukosa. Lidah memiliki permukaan dorsal
dan ventral. Dorsal terasa lebih kasar disebabkan adanya papilla lingual.
2.1.6 DASAR MULUT
Pada garis tengah dasar mulut terdapat
frenum lingual fibrosa dengan dua pembukaan duktus submandibular (Wharton) pada
dasarnya sublingual caruncle. Kelenjar
sublingual terletak diantara mukosa dan membentuk tepi sublingual. Duktus
Rinivus multiple mengalirkan saliva yang dihasilkan kelenjar sublingual ke
dasar mulut di sepanjang tepi sublingual. Duktus sublingual tunggal, duktus
bartholin, juga mendrainase secara bilateral pada sublingual caruncle. Drainase
vena lingual lidah dapat dilihat dengan jelas dan saraf lingual tampak ke arah
mesial dari kelenjar sublingual.
2.1.7 Trigonum
Retromolar
Daerah
triangular pada mukosa di belakang geraham bawah terakhir, dan berlanjut ke
arah tuberositas maksilaris. Raphe pterigomanndibular, di bagian mesial dari
trigonum, menghubungkan prosesus pterigoid dengan tepi milohioid mandibula, dan
menjadi tempat perlekatan otot buksinator mulut dan otot konstriktor superior
orofaring. Trigonum retromolar dapat dilihat sebagai pertemuan antara rongga
mulut dan rongga parafaringeal.
BAB
3
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Rongga mulut adalah pintu masuknya makanan ke dalam tubuh dan
sebagai pintu gerbang ke saluran pencernaan dan pernafasan. Rongga mulut secara
anatomis terbagi menjadi dua bagian. Vestibulum adalah ruang antara bibir atau
pipi dan gigi atau gusi. Mulut adalah ruangan di bagian dalam lengkung
gigi, memiliki batas superior palatum dan batas inferior lidah dan dasar
mulut. Pada bagian posterior, rongga mulut berhubungan dengan daerah
orofaring.
3.2 SARAN
Semoga artikel tentang Anatomi Rongga Mulut ini dapat menambah
informasi dan meningkatkan ilmu para pembaca. Menyadari
bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih
fokus dan details dalam menjelaskan tentang artikel di atas dengan sumber -
sumber yang lebih banyak.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah atau artikel yang telah di jelaskan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah atau artikel yang telah di jelaskan.
3.3 DAFTAR PUSTAKA
Cascarini, Luke, dkk.
2012. Buku Saku Bedah Mulut dan
Maksilofasial. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Oral
Cavity Squamous Cell Carcinoma – An Overview; Adam J.
Kimple, Chris M. Welch, Jose P. Zevallos, Samip N. Patel OHDM - Vol. 13 - No. 3
- September, 2014
Schuenke, Michael, dkk.
2013.Anatomi untuk Kedokteran Gigi Kepala
dan Leher. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Wangidjaja,
Itjingningsih. 2014. Anantomi Gigi Edisi
2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.










Casino Nightclub | Wilkes-Barre, PA - The MJ Hub
BalasHapusCasino 과천 출장안마 Nightclub Wilkes-Barre, PA is your premier venue in 천안 출장마사지 the heart of Wilkes Barre. A 강릉 출장마사지 premier destination music venue featuring great 오산 출장마사지 food and 정읍 출장샵 entertainment.